Breaking News

Sabtu, 06 Juli 2019

Sensasi Melihat Jakarta dari Puncak Monas

Sensasi Melihat Jakarta dari Puncak Monas

Libur sekolah jadi saat yang tepat untuk mengunjungi berbagai lokasi wisata, Monumen Nasional (Monas) salah satunya. Monas masih jadi salah satu destinasi wisata di Jakarta yang ramai dikunjungi saat musim liburan sekolah.

Meski berada di pusat kota, Monas memang tetap menjadi magnet bagi warga. Mereka tak hanya datang dari Jakarta, tapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kundajani bersama suami, misalnya, sengaja mengajak dua anaknya untuk liburan ke Monas. Pengunjung dari Tangerang itu tetap penasaran untuk melihat suasana Jakarta dari puncak Monas.

"Saya ingin sampai puncak Monas. Saya belum pernah sampai puncaknya karena ramai banget pengunjungnya dan itu pun harus antre. Saya baru sampai cawan aja," ujarnya kepada Liputan6.com, di Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 30 Juni 2019.

Agar tak terlalu lama antre, perempuan berhijab itu sengaja datang ke Monas sebelum pukul 08.00 WIB. Ia rela berdesak-desakan saat masuk untuk membeli tiket seharga Rp60 ribu untuk 4 orang masing-masing Rp15 ribu.

Antre 2 Jam

Usai antre beberapa pengunjung langsung memasuki ruang auditorium sebelum menuju pelataran Monas. Di bawah terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Ruangan berlapis marmer ini terdapat beragam diorama yang berjumlah 51.

Diorama ini dimulai dari sudut timur laut bergerak searah jarum jam menelusuri perjalanan sejarah Indonesia.  Banyak pengunjung yang memotret beberapa diorama yang menurut mereka menarik.

Namun, tak sedikit pengunjung yang justru penasaran ingin mencapai puncak Monas. Mereka hanya sebentar melihat-lihat diorama yang ada karena mereka harus registrasi dan antre untuk mencapai puncak. Semakin cepat mereka registrasi, kian cepat mereka mendapat giliran untuk sampai puncak Monas.

Masing-masing pengunjung, mereka mendapat dengan warna beragam.  Mulai kartu merah, jingga, hijau, biru, merah muda, ungu, coklat,  putih. Pada kartu tersebut tertulis giliran mereka naik lift untuk menuju ke puncak Monas. Kartu merah, misalnya, mulai naik lift dari pukul 08.00-09.00 WIB, terakhir kartu putih dari pukul 16.00-17.00 WIB.

"Saya dapat kartu K8 (kuning 8). Sekitar jam 11.00 WIB baru dapat giliran naik. Ya, saya harus antre selama dua jam," jelas Anisa, pengunjung dari Jakarta Selatan.

Lihat Jakarta

Usai mengantre sejumlah pengunjung masuk lift yang mampu mengangkut beban 800 kg atau bisa menampung sekitar 8 hingga 10 pengunjung. Tak beberapa lama mereka tiba di tugu Monas. Angin bertiup kencang saat Liputan6.com menjejakkan kaki di tugu.

Beberapa pengunjung, terlihat menggunakan teropong yang terdapat di sudut tugu Monas. Ada empat teropong yang bisa digunakan pengunjung secara bergiliran.

Dengan menggunakan teropong tersebut, terlihat sejumlah tempat dengan yang terlihat lebih jelas dan besar. Seperti Masjid Istiqlal yang terlihat sangat jelas, begitu juga gedung-gedung lain yang berada di sekelilingnya.

Sejumlah anak terlihat penasaran melihat suasana Jakarta dari tugu Monas. Tapi ada juga yang merasa kaget saat melihat bangunan-bangunan yang besar.

"Wah, jadi besar bangunan-bangunannya," cetus Syifa kagum.

Beberapa pengunjung bersama beberapa anak, terlihat duduk di lantai tugu Monas. Mereka menikmati suasana keramaian sambil menikmati angin yang berhembus di tengah suasana panas Jakarta siang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By